Kamis, 18 Juli 2024

Bagaimana cara mengatasi anak yang berkebutuhan khusus?

 PENANGANAN SPESIAL PADA ANAK – ANAK ISTIMEWA

 


            Anak berkebutuhan khusus memang menjadi polemik tersendiri bagi sebagian orang tua. Banyak sekali orang tua ABK yang menjadi shock, sedih, kecewa, marah dan merasa minder ketika pertama kali mengetahui kondisi anaknya yang harus memiliki penanganan yang khusus. Sedangkan mereka sama sekali tidak memiliki pengetahuan atau bekal tentang ABK. Banyak orang tua yang selalu merasa bahwa anaknya kekurangan dan berkecil hati tentang kondisi anaknya. Disinilah peran dari adanya sosialisasi tentang ABK dibutuhkan. Penulis pun memulai dari menyosialisasikan tentang ABK melalui karya tulis. Dengan bantuan seperti ini akan menjadi bahan yang menarik untuk dapat dinikmati dan dipahami bagi orang tua ABK dan atau masyarakat luas yang masih awam akan hal perkembangan anak berkebutuhan khusus.

            Banyak sekali tantangan dan kesulitan dalam menghadapi anak berkebutuhan khusus. Sebagai orang tua yang memiliki ABK, akan merasakan betapa lingkungan social terlebih keluarga menjadi sumber tekanan yang cukup berat dan besar. Terlebih lagi dengan menghadapi kondisi anak yang memang membutuhkan perhatian ekstra menjadi sebuah makanan sehari-hari bagi sang ibu. Akan tetapi hal – hal seperti ini tidak boleh menjadi hambatan yang membuat orang tua menyerah dalam menghadapi anaknya yang memang mengharuskan perlakuan khusus.

Berikut adalah sebagian contoh kecil yang bisa menjadi sebuah tips dan semangat untuk membantu merawat dan bagaimana cara menghadapi anak berkebutuhan khusus:

1.      Kenali dunia mereka

Sebagai orang tua pastinya menginginkan yang terbaik bagi anaknya, mencoba mengenal dunia mereka adalah salah satunya. Bagaimana seorang ayah dan ibu untuk memulai mendekatkan diri mereka pada anak dan mengetahui proses tumbuh kembang anak. Untuk sang ayah, akan lebih baik jika sedang berada di rumah untuk tetap mengontrol kegiatan apa saja yang dilakukan ABK. Ayah juga sangat dianjurkan untuk tetap dekat dengan ABK apapun kondisi ketunaan yang dialami anak. Sedangkan untuk sang ibu, akan lebih baik untuk berhenti bekerja secara formal, atau lebih baik tidak bekerja (meninggalkan ABK secara lama). Memang tidak mudah, akan tetapi jika sang ibu lebih dekat dengan anak, maka akan ada ruang nyaman tersendiri bagi ABK untuk memberikan cerita atau sinyal – sinyal tentang dunia mereka. ABK akan memiliki rasa aman jika berada di rumah bersama dengan orang yang ia kenali, sang ibu/ayah (orang paling dekat dengan mereka). Lebih baik jika ibu lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak untuk mengetahui makna – makna apa saja yang diinginkan atau tidak oleh sang anak. Ibu pun akan mengenal dunia anak berkebutuhan khususnya secara intensif dan membantu untuk proses tumbuh kembang anak kedepannya.

2.      Perlunya dokumentasi progress terkait perkembangan ABK

Setiap anak berkebutuhan khusus adalah istimewa, mereka diciptakan berbeda – beda. Sebagai orang tua ABK, hendaknya untuk selalu mendokumentasikan setiap kegiatan anak, setidaknya memiliki informasi perkembangan tentang anak spesialnya. Dengan adanya hasil dokumentasi (apapun bentuknya: foto, video, rekaman suara, dll) orang tua akan mengetahui sejauh mana anak mampu berkembang jauh lebih baik. Selain itu pula, dokumentasi yang ada akan menjadi penyemangat bila orang tua mulai menyerah dan kemudian menengok kembali sejauh mana mereka berjuang untuk anak dan sebesar apa perkembangan anak spesial mereka. Setiap hilang harapan, maka orang tua lebih baik untuk melihat sejauh mana perubahannya dari waktu ke waktu.

3.      Beri mereka rasa kepercayaan

Akan berkebutuhan khusus dengan ketunaan apapun, terlebih autisme akan cenderung memiliki perilaku yang sedikit berbeda dari anak normal umumnya. Jika mereka menginginkan jarak antara mereka dan orang tuanya, berikan saja ruang atau jarak untuk berinteraksi. Namun, tetap mengawasi dan mengontrol dari jarak jauh atau tetap mengontrol dengan cara lembut dan tegas. Dengan perlakuan orang tua yang menghargai privasi mereka, maka ABK akan lebih tenang untuk bereksplorasi dalam menggali potensi mereka. Selama mereka tidak membahayakan diri mereka ataupun orang lain, biarkan mereka berkreasi. Selain itu untuk anak yang sudah mulai remaja, beri mereka ruang privasi dan rasa tanggung jawab akan diri mereka sendiri. Bila mereka mampu untuk membina diri mereka biarkan mereka melakukannya sendiri. Karena hal tersebut akan membuat rasa percaya diri mereka lebih tinggi akan kemandiriannya.

4.      Dukungan dan kerjasama keluarga

Ayah dan ibu adalah orang terdekat dan yang paling penting bagi anak berkebutuhan khusus. Dau tersebut adalah orang yang paling bisa untuk memberi mereka perlindungan kepada lingkungan sekitar. Dengan cara bertahap dan perlahan akan membantu ABK untuk bersosialisasi. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberi pemahaman kepada keluarga besar atau lingkungan sekitar tentang kondisi anak mereka yang spesial. Kerja sama keluarga sangat berpengaruh besar dan penting untuk tumbuh kembang ABK. Semua anggota keluarga yang telah mengetahui kondisi tentang ABK harus bekerjasama untuk melindungi sekaligus membantu anak berkebutuhan khusus agar kelak mereka dapat diterima oleh lingkungan sekitar.

5.      Perlunya penanganan khusus pada ahli untuk ABK

Orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, tentunya memerlukan banyak ilmu tentang kekhususan ABK. Mulai dari psikologis ABK, kebutuhan ABK dan cara melayani atau treatment untuk ABK. Oleh karenanya orang tua yang memiliki anak Istimewa ini sudah sepatutnya mencari ilmu tentang penanganannya melalui buku bacaan, konsultasi konseling dengan ahli, terapi dengan terapis ahli dan atau menyekolahkan pada sekolah luar biasa (SLB).

 

Semua orang tua adalah hebat, terlebih orang tua untuk anak berkebutuhan khusus. Orang tua akan mengeluarkan tenaga, kesabaran dan ketelatenan ekstra untuk mengurus dan menangani anak berkebutuhan khusus. Semoga bapak dan ibu memiliki kesabaran seluas samudera dan sedalam lautan.

 

Untuk wilayah Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, khususnya kabupaten Bangkalan, ada satu sekolah yang melayani anak berkebutuhan khusus. Bapak/Ibu bisa mengunjungi SLB PGRI Kamal via YouTube, Instagram dan Website sekolah.

Youtube sekolah : https://www.youtube.com/@slbpgrikamal2950

Instagram sekolah : https://www.instagram.com/slbpgrikamal/?hl=en

Website sekolah : https://slbpgrikamal.sch.id/

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Video Digital Storytelling "Bukit Geger"

  Bukit Geger