SIAPAKAH ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS ITU?
(Mengenal anak berkebutuhan khusus.)
Anak berkebutuhan khusus adalah anak
yang mengalami kelainan pada fisik, emosional, mental, intelektual dan atau
sosialnya. Yang dapat dikategorikan sebagai anak berkebutuhan khusus adalah
anak Tunenetra (A), Tunarungu (B), Tunagrahita (C), Tunadaksa (D), Tunaganda
(G), Tunalaras, Down syndrome, Autis dan anak berbakat. Dengan perbedaan
ketunaan itulah mereka memiliki hambatan dan penanganan yang berbeda pula.
Berikut adalah penjelasan tentang berbagai kategori anak berkebutuhan khusus:
1. Tunanetra
Tunanetra adalah
sebuah kondisi dimana seseorang yang mengalami gangguan pada penglihatannya,
baik itu berupa gangguan total atau bahkan hanya sebagian penglihatan saja.
Dalam kondisi seperti ini, seorang anak haruslah mendapatkan pendidikan
kebutuhan khusus sejak dini, terutama jika kondisi ini memang dibawa anak sejak
lahir. Anak yang mengalami tunanetra biasanya memiliki daya ingat yang bagus,
suara yang merdu dan pendengaran yang tajam. Hal tersebut dikarenakan anak
tunanetra mengandalkan pendengarannya untuk mengenal lingkungan baru dari indra
perabaan dan pendengarannya.
2. Tunarungu
Seseorang yang
mengalami gangguan pada fungsi pendengaran disebut tunarungu. Gangguan ini bisa
saja berupa kehilangan seluruh fungsi pendengaran atau bahkan sebagian saja.
Pada umumnya, anak tunarungu akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi,
termasuk bersosialisasi dengan orang lain dan lingkungannya. Anak tunarungu
biasanya memiliki kecerdasan yang bagus, memiliki tingkat fokus yang tinggi,
terampil untuk membuat sebuah keterampilan.
3. Tunagrahita
Tunagrahita adalah
seseorang yang mengalami masalah di dalam perkembangan mentalnya. Hal ini
bahkan bisa saja berupa kondisi keterbelakangan yang membuatnya mengalami
masalah dalam berbagai bidang, misalnya: kesulitan dalam berkomunikasi dan
bersosialisasi, kesulitan dalam belajar dan memahami suatu masalah. Pada
umumnya anak tunagrahita memang membutuhkan penanganan khusus, meskipun tidak
tertutup kemungkinan mereka untuk belajar mandiri. Anak tunagrahita juga
mengalami hambatan kecerdasan. Anak tunagrahita ada beberapa tingkatan menurut
kecerdasannya ada yang debil (berdaya pikir rendah atau berkemampuan berpikir
tidak lebih daripada daya pikir anak yang berumur 12 tahun)[1] dan imbisil(Kecerdasannya
anak imbecile ini sama dengan-anak anak normal di usia 3 sampai 7 tahun)[2].
Namun, anak tunagrahita masih bisa untuk dilatih walaupun membutuhkan waktu lebih
lama dan secara berulang – ulang.
4. Tunadaksa
Tunadaksa adalah
seseorang yang mengalami masalah/kelainan pada alat gerak tubuhnya. Kondisi ini
bisa saja berupa cacat permanen, terutama pada anak yang memang mengalami
masalah tersebut sejak lahir. Seorang anak tunadaksa biasanya akan membutuhkan
seorang pendamping dan juga pendidikan khusus untuk melatih gerak tubuhnya.
Anak tunadaksa biasanya memunyai kecerdasan yang bagus, tetapi ada juga yang
sama seperti anak normal lainnya untuk tingkat kecerdasannya. Anak tunadaksa
bisa melakukan aktivitas sehari – hari sesuai dengan keadaan fisiknya.
5. Tunaganda
Tunaganda (doble handicap
atau multiple handicap)
adalah anak yang memiliki kombinasi kelainan
(baik dua jenis kelainan atau lebih) yang menyebabkan adanya masalah pendidikan
yang serius, sehingga dia tidak hanya dapat diatas dengan suatu program pendidikan khusus
untuk satu kelainan saja, melainkan harus didekati dengan variasi program pendidikan
sesuai kelainan yang dimiliki.
Macam-macam
Tunaganda:
- a) Tunanetra-tunawicara.
- b) Tunanetra-tunarungu.
- c) Tunanetra-tunadaksa.
- d) Tunanetra-tunagrahita.
- e) Tunanetra-tunalaras.
- f) Tunanetra-kesulitan
belajar khusus.
6. Tunalaras
Tunalaras adalah individu yang mengalami hambatan
dalam mengendalikan emosi dan kontrol sosial. Individu tunalaras biasanya
menunjukan perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma
dan aturan yang berlaku di sekitarnya. Tunalaras dapat disebabkan karena faktor
internal dan faktor eksternal yaitu pengaruh dari lingkungan sekitar.
7. Down
syndrome
Sindrom
Down atau Down syndrome adalah kelainan genetik yang menyebabkan penderitanya
memiliki tingkat kecerdasan yang rendah, dan kelainan fisik yang khas. Sebagian
penderita dapat mengalami kelainan yang ringan, tetapi sebagian lainnya dapat
mengalami gangguan yang berat hingga menimbulkan penyakit jantung.
8. Autis
Autisme adalah gangguan perkembangan otak
yang memengaruhi kemampuan penderita dalam berkomunikasi dan berinteraksi
dengan orang lain. Di samping itu, autisme juga menyebabkan gangguan perilaku
dan membatasi minat penderitanya. Autis bisa diketahui lebih dini saat anak
berusia satu tahun jika dirasa berbeda dengan anak lainnya untuk mendapatkan
penanganan lebih cepat. Anak yang dirasa berbeda bisa langsung untuk dibawa
pada dokter psikologi anak agar dapat segera ditangani lebih intensif. Autisme
bukanlah sebuah penyakit yang harus disembuhkan, autisme adalah sebuah disorder
(penyimpangan) yang dapat diubah agar memiliki kegiatan dan aktivitas yang
sama dengan umumnya anak seusianya. Terlebih agar anak autis memiliki fokus
yang lebih pada sesuatu hal.
9. Anak
berbakat (gifted)
US Office of Education (USOE), dalam
Marland (1971), menyepakati yang dimaksud dengan anak berbakat adalah
anak yang diidentifikasi oleh orang-orang profesional, di mana anak tersebut
karena kemampuannya yang sangat menonjol dapat memberikan prestasi yang tinggi.
USOE menekankan bahwa anak berbakat diperkirakan mampu menunjukkan prestasi
keberbakatannya dan mampu mengaplikasikan keberbakatannya untuk sekitarnya.
Sehingga, keberbakatannya dapat membawa manfaat untuk negaranya.
Sebagai
seorang yang mengetahui, mengenal dan memahami anak berkebutuhan khusus.
Melalui buku artikel ini akan menjadi sebuah pembuka dan jalan bagi masyarakat
awam untuk memulai setidaknya mengenal mereka. Masyarakat awam masih sering
memandang rendah dan remeh anak berkebutuhan khusus pada umumnya. Dalam
kehidupan sehari-hari pun anak berkebutuhan khusus tidak jarang mendapat
perlakuan yang berbeda dengan anak normal lainnya. Hal tersebut dikarenakan
masyarakat awam umumnya tidak mengetahui kondisi dari anak berkebutuhan khusus.
Anak berkebutuhan khusus juga memiliki hak yang sama dengan anak normal, baik
hak untuk mendapat kehidupan yang layak, mendapat hak untuk berpendidikan,
mengemukakan pendapat, menghasilkan karya, mendapatkan kondisi yang aman,
nyaman, dan mendapatkan kasih sayang. Anak berkebutuhan khusus juga ingin
menunjukkan bahwa dirinya mampu seperti anak normal lainnya untuk dapat
berprestasi dalam bidang Pendidikan, olah raga, seni, sastra ataupun
keterampilan.
Banyak
siswa dari anak berkebutuhan khusus yang mampu memiliki karya dan mampu untuk
bersaing dengan anak normal lainnya. Mereka sangat senang jika diperlakukan
sama dengan anak lainnya. Mereka pun juga sangat menyukai jika dibimbing
seorang yang professional untuk menunjang dan membantu mereka mendapatkan
prestasi dan pencapaian yang mereka inginkan sesuai dengan kemampuan. Bagi guru/terapis
ABK mereka sama sekali tidak memiliki kekurangan, malah mereka dianggap sebagai
anak dengan kondisi yang spesial. Dengan kondisi mereka yang spesial tersebut
tidak membuat mereka berhenti untuk selalu berprestasi. Banyak dari siswa dan
para orang tua ABK yang sangat mendukung tentang lomba/parade untuk menunjang
dan mendukung keterampilan mereka. ABK sangat membutuhkan dukungan untuk
mendapatkan rasa percaya diri mereka agar ketika mereka berada dilingkungan
umum atau keluar dari lingkungan sekolah, mereka mampu untuk beradaptasi dan
bersosialisasi.